Icardi Jadi Teror di Area Penalti

Icardi Jadi Teror di Area Penalti
Icardi Jadi Teror di Area Penalti

Aksi impresif Mauro Icardi betul-betul membanggakan hati pelatihnya, Luciano Spalletti. Bahkan pelatih Inter Milan berumur 58 tahun itu percaya betul, kalau strikernya itu masih bisa memaksimalkan skill bermainnya lagi.

Icardi yang mencuri perhatian masyarakat bola Italia dengan menyumbang 24 gol buat Nerazzurri pada musim lalu, kembali memperlihatkan ketajamannya pada musim 2017 / 2018 ini. Sejauh ini di Liga Italia Serie-A, pemain kelahiran Argentina 24 tahun silam itu sudah membungkus 5 gol dari 4 kali merumput bersama Inter.

Berkat rekornya yang kinclong itu, Icardi pun masuk ke daftar pemain urutan 3 yang juga diburu oleh Capocannoniere. Berada dibawah Lazio Ciro Immobile yang ada di posisi 2 dan Paulo Dybala yang menduduki posisi pemain incaran top. Kendati begitu, Spalletti tetap mengingatkan anak asuhnya itu untuk tidak kepala gede.

“Tentu saja saya bangga punya anak didik yang bagus seperti Mauro (Icardi). Saya pun percaya dia masih bisa lebih baik lagi dari yang sekarang”, ujar Spalletti yang memuji Icardi saat disambangi oleh jurnalis ESPN FC.

“Mauro itu bisa dibilang bagaikan teror, kalau sudah merangsek ke area penalti lawan. Ia tidak mampu dihentikan”, imbuh mantan gelandang itu.

“Namun begitu, saya ingin dia tetap rendah hati. Jadi jangan berasa jago sendiri dan lupa, kalau sepakbola tetap permainan tim. Jadi, jangan mengandalkan finishing seenak jidatnya sendiri. Pola bermain yang dibangun di tim tetap harus diutamakan”, tuntas Spalletti.

Besok (Rabu, 20 / 9 / 2017), WIB dini hari, Icardi bakal diuji lagi ketajamannya saat bersama Inter menyambangi markas Bologna di Renato Dall’Ara.

Alasan Llorente Lebih Pilih Spurs Dibanding Chelsea

Alasan Llorente Lebih Pilih Spurs Dibanding Chelsea
Alasan Llorente Lebih Pilih Spurs Dibanding Chelsea

Tadinya, Chelsea FC sempat melakukan pendekatan mati-matian ke Fernando Llorente. Namun begitu, striker asal Spanyol berusia 32 tahun itu ujung-ujungnya lebih memilih untuk masuk Tottenham Hotspur. Saat disambangi oleh Telegraph baru-baru ini, Llorente pun menyibak alasan kenapa dirinya lebih kepincut dengan The Spurs.

Menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2017 ini, Llorente memang gencar didekati oleh The Blues. Publik bahkan sudah mengira, kalau ia bakal renuian lagi dengan pelatihnya di Juventus dulu, Antonio Conte. Namun nyatanya pemain timnas Spanyol itu malah memilih masuk Spurs pada hari penutupan bursa transfer.

“Memang benar, kalau Chelsea sudah berusaha mendekati saya sejak lama. Tapi pada detik-detik terakhir bursa transfer musim panas, saya malah lebih percaya omongan (Mauricio) Pochettino”, ceplos Llorente kala disambangi Telegraph dan yang juga terlansir di ESPN FC.

“Kala itu, Pochettino menelpon saya dan menceritakan tentang proyek yang sedang dijalankan oleh Spurs. Selain proyek tersebut memiliki prospek yang bagus untuk jangka panjang, peran saya pun juga dibutuhkan untuk pengeksekusiannya. Itulah alasan saya lebih memilih bergabung disini (Spurs). Yakni, karena saya yakin akan bisa berbuat banyak dan juga mendapat banyak tantangan bersama Spurs”, imbuhnya lagi.

Sejatinya, sosok Mauricio Pochettino sudah pernah dikenal oleh Llorente. Tepatnya, saat Pochenttino masih bermain di klub Spanyol, San Mames. Pada saat itu, Llorente masih baru memulai karirnya sebagai pemain sepakbola pro di klub dan timnas Spanyol U-21. Sementara Pochettino sudah berada di puncak karir dan menjelang waktu untuk gantung sepatu. Setelah pensiun, Pochettino pun dipercaya sebagai manajer di Espanyol.

Menanti Duel Big Match Manchester City vs Liverpool

Menanti Duel Big Match Manchester City vs Liverpool
Menanti Duel Big Match Manchester City vs Liverpool

Pada kompetisi minggu ke-4-nya, Liga Premier bakal menghadirkan pertarungan besar antara Manchester City vs Liverpool yang digelar di Stadion Etihad pada sore WIB akhir pekan ini (Sabtu, 9 / 9 / 2017).

Sejauh ini, kedua klub sama-sama mengantongi 7 poin dari 3 laga yang dilakoni. Dimana dari 3 laga tersebut, baik The Citizen maupun The Reds sama-sama menuai 2 kali kemenangan dan 1 kali hasil seri.

Sejatinya, hal yang paling membuat publik penasaran untuk menyaksikan big match tersebut adalah rekor kalah Liverpool yang nihil semenjak didandani oleh Juergen Klopp. Mulai dari akhir tahun 2015 saat dimana Klopp pertama kali ke Anfield, 4 pertemuannya dengan Man City berujung pada 3 kali kemenangan dan 1 kali imbang. Catatan kemenangan The Anfield Boys itu termasuk saat mereka mempermalukan Man City 4 – 1 di kampungnya pada bulan November 2015.

Bahkan hingga saat ini, Man City masih pusing untuk menyusun strategi bertarung mereka kala menyambut Liverpool. Belum lagi pada pekan ini, Raheem Sterling sudah dipastikan tidak akan ikut merumput. Itu lantaran sanksi kartu merah yang disodorkan kepadanya saat Man City sukses menundukkan Bournemouth pada laga akhir bulan Agustus 2017 kemarin.

Sementara itu, Liverpool terlapisi dengan rasa percaya diri yang tinggi selepas keberhasilannya menggilas Arsenal FC 4 – 0.

Walau begitu, banyak pengamat memprediksi kalau laga Manchester City vs Liverpool tersebut cuma judulnya saja yang ‘big match’. Pada kenyataanya, kedua klub masih diselimuti rasa lelah yang amat sangat selepas tur pra musim mereka. Sontak, laga tersebut pun diperkirakan tidak akan berlangsung maksimal.

Lalu, mungkinkah rekor tanpa kalah Klopp bakal dicoreng Man City pada akhir pekan ini?

Gemblengen Sir Alex Ferguson Lah yang Bikin Ronaldo Tidak Cengeng

Gemblengen Sir Alex Ferguson Lah yang Bikin Ronaldo Tidak Cengeng
Gemblengen Sir Alex Ferguson Lah yang Bikin Ronaldo Tidak Cengeng

Tentunya, Cristiano Ronaldo tetap tidak boleh melupakan satu hal ini walau dirinya sudah sukses sebagai pemain sepakbola tersohor saat ini. Yaitu, sosok Sir Alex Ferguseon. Pelatih pemain CR7 sewaktu memulai karirnya sebagai pemain profesional di Manchester United (MU). Berkat gemblengan Sir Alex Ferguson lah, Ronaldo bisa menjadi pemain yang tangguh dan tidak cengeng.

Mungkin kita jangan hanya langsung melihat kondisi juru gedor Real Madrid itu sekarang saja. Dahulu saat masih menjadi pemain muda di MU, Ronaldo bukanlah siapa-siapa. Namun saat dirinya bergabung pertama kali pada musim panas tahun 2003, Sir Alex sudah mempunyai intuisi kalau anak didiknya itu bakal menjadi seseorang di masa depan. Alhasil, 1 dekade kemudian apa yang dirasakan Sir Alex pun benar adanya.

Saat menjadi manajer Setan Merah, Sir Alex yang memiliki keyakinan bahwa Ronaldo akan menjadi seorang bintang nantinya pun menganugerahkan sesuatu kepadanya. Yaitu, nomor punggung 7 yang hingga saat ini menjadi ikon yang melekat pada diri pesepakbola asal Portugal berusia 32 tahun itu.

Disisi lain, Sir Alex juga melihat 1 kekurangan besar Ronaldo dibelakang talentanya itu. Ronaldo dinilai Sir Alex terlalu cengeng dan rapuh mentalnya. Maka dari itulah Sir Alex memberikan wejangan kepada Ronaldo, kala dirinya menerima nomor punggung ikonik tersebut.

“Saya tahu dan sadar betul, kalau kamu akan menjadi pemain besar suatu saat nanti. Dibalik bakat besarmu, kekuatan mentalmu lah yang hanya menjadi sandunganmu. Aku yakin dengan memakai nomor 7 ini, kamu tidak akan menjadi pemain yang cengeng dan bisa sukses sebagai pemain”, kata Sir Alex kepada Ronaldo saat itu.

Semenjak saat itu, Ronaldo bagaikan menerima ilmu dan jimat sakti dari sang guru. Langkahnya semaikin tidak mampu dikejar oleh lawan-lawannya. Ronaldo pun bahkan selalu melangkah dan bertanding tanpa rasa gentar sedikitpun.

Walau kini Ronaldo sudah tidak bermarkas di Old Trafford lagi sejak tahun 2009, relasinya dengan mantan pelatihnya itu sangatlah dekat. Ronaldo sadar, kalau Sir Alex tidak hanya sekedar menggembleng dirinya dengan hal-hal teknis. Melainkan juga menuntunnya dengan penuh kasih sayang, bak seorang ayah dan anak.

“Buat saya, Sir Alex bukan hanya pelatih. Dia adalah seorang ayah bagi saya di dunia sepakbola”, tutur Ronaldo memuji pria Inggris berusia 75 tahun itu.

5 Alasan Utama Cristiano Ronaldo Lebih Oke Daripada Lionel Messi

5 Alasan Utama Cristiano Ronaldo Lebih Oke Daripada Lionel Messi
5 Alasan Utama Cristiano Ronaldo Lebih Oke Daripada Lionel Messi

Rivalitas antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi kerap terjadi selama 10 tahun terakhir ini. Mereka berdua sama-sama berjuang untuk memperebutkan predikat pemain terbaik di dunia. Faktanya, memang belum ada lagi pemain lain yang mampu menyamai kelihaian kedua mega bintang sepakbola itu. Namun jika memang harus memilih, siapakah sebetulnya yang lebih oke? Ronaldo atau Messi?

Adapun dari serentetan fakta yang terkumpul, Cristiano Ronaldo ternyata masih lebih oke daripada Lionel Messi. Berikut adalah 5 alasan utamanya.

5. Jam terbang di ragam kompetisi dan klub

Jika karir Messi dari awal hingga kini semuanya dihabiskan di Barcelona, tidak demikian dengan Ronaldo. Pemain berjuluk CR7 itu telah membuktikan kelihaiannya di dua kompetisi sepakbola besar. Pertama adalah di Liga Premier bersama Manchester United (MU), dimana kompetisi ini dinilai sebagai liga dengan tingkat kompetisi paling sengit di dunia. Setelah meratakan Liga Premier, Ronaldo pun melanjutkan karirnya di Spanyol dengan berseragamkan Real Madrid. Sementara itu, Messi belum pernah keluar dari lingkup La Liga.

4. Prestasi sebagai pemain internasional

Tidak hanya berprestasi di liga domestik, Ronaldo juga sempat mencicipi keberhasilan di kancah internasional. Saat berkompetisi di Piala Eropa 2016 bersama timnas, Ronaldo pun pernah berhasil membawa Portugal menyabet gelar juara di event tersebut untuk pertama kalinya. Sedangkan, Messi belum sekalipun menyumbang gelar juara bagi timnas Argentina. Bahkan, Argentina sama sekali belum pernah melaju ke fase final saat memainkan La Pulga.

3. Jiwa kepemimpinan

Kemampuan memotivasi rekan-rekan stau timnya, jelas sudah pernah dipertontonkan Ronaldo kepada publik. Semisal saat dirinya yang sedang mengalami cidera sejak awal laga partai final Piala Eropa 2016. Rasa sakit dan ketidaknyamanan, sama sekali tidak diperlihatkannya di lapangan. Melainkan ia terus mendorong teman-temannya dari touch line. Sedangkan Messi, tidak pernah terlihat memimpin teman-temannya di tim.

2. Skill individual dan profil fisik

Keterampilan Ronaldo dalam memainkan si kulit bundar, tidak hanya diperlihatkannya saat mendribel. Namun juga, saat melesakkan bola ke dalam gawang lawan. Ronaldo terlihat tidak hanya mampu membuat gol lewat sepakan kakinya saja, melainkan juga lewat sundulan, dada, bahu, dan bagian tubuh lainnya. Sementara ketangkasan Messi dalam menimang-nimang bola dan mengkreasi gol, sangat didominasi oleh kaki kirinya saja.

Selain soal skill, perawakan Ronaldo juga terlihat lebih prima. Dengan memiliki tubuh yang tinggi dan atletis, Ronaldo tentu saja lebih mampu menggertak lawan dibanding dengan Messi yang memiliki tubuh pendek.

1. Kemampuan dari segi usia 

Sebagai atlit yang mulai memasuki usia uzur, Ronaldo belum mampu disaingi oleh pemain manapun. Bahkan kemampuannya di usia yang telah menginjak 32 tahun, belum bisa dirasakan merosot dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Bersama Ronaldo, Los Blancos pun telah menyabet 3 trofi Liga Champion di 4 musim terakhir.

Disisi lain, Messi yang bisa dikatakan sebagai pemain papan atas dunia, terkadang masih dibayang-bayangin oleh para pemain lain yang menjadi kompetitornya.

Penampilan Messi Tanpa Suarez dan Neymar, Jeblok Abis

Penampilan Messi Tanpa Suarez dan Neymar, Jeblok Abis
Penampilan Messi Tanpa Suarez dan Neymar, Jeblok Abis

Itulah kenyataan yang harus dihadapi Barcelona FC, kala tampil tanpa ditemani trio MSN. Bahkan sang superhero mereka, Lionel Messi pun nampak mati kutu.

Fakta ini terlihat jelas pada pertandingan Barca di minggu pertama La Liga musim 2017 – 2018, kontra Real Betis. Pada laga tersebut, Messi nihil bikin gol. 3 kali melesatkan shot on target, semuanya selalu membentur mistar gawang.

Kendati begitu, Blaugrana tetap pulang sebagai pemenang dengan skor 2 – 0 pada laga kandang yang digelar di Camp Nou WIB dini hari barusan (Senin, 21 / 8 / 2017). Itu pun karena Real Betis melakukan kebodohan lewat gol bunuh diri yang diproduksi Sergi Roberto dan Alin Tosca.

Selepas kepergian Neymar jr ke Paris Saint Germain (PSG), Luis Suarez sempat mengalami cidera dan harus rehat untuk sementara waktu. Dengan begitu, Messi menjadi berada di barisan terdepan bersama Paco Alcacer dan Gerard Deulofeu.

Namun demikian, statistik tetap mencatat kalau La Pulga tetap menjadi pemain yang punya performa paling oke. Berdasarkan catatan Whoscored, Messi berhasil bikin 10 shot selama 90 menit merumput. Selain itu, tingkat kesusksesannya dalam mengumpan mencapai 81 persen serta sukses melakukan drible dan merangsek sendirian sebanyak 5 kali. Hanya memang, nasib sial yang gagal membuat gol melalui 3 kali sepakannya langsung menjadi momok di media.

Kegagalan Messi pertama kali terjadi pada saat ia menjadi eksekutor tendangan bebas di menit ke 34. Kala itu, bola yang dilesatkannya melalui luar kotak putih terpaksa membal lantaran terbentur tiang gawang. Lalu berikutnya, pemain berumur 30 tahun itu gagal lagi saat menyepak bola dari jarak jauh di menit ke 59. Kegagalan Messi selanjutnya, terjadi lagi pada jelang pertandingan berakhir di menit ke 81.

Melihat rekannya tampil melempem, gelandang The Catalan, Gerard Deulofeu pun ikut melontarkan komentar.

“Wah, Messi tampil tidak setajam biasanya pada hari ini. Mungkin ia masih harus menyesuaikan diri, tampil tanpa trio nya secara komplit kedepan. Bukan berarti dia tidak oke lho, dia cuma harus beradaptasi”, kata Deulofeu kepada wartawan Sport selepas melakoni pertandingan Barcelona versus Real Betis.

Mou Putuskan Buang Pikiran Kejar Bale Jauh-Jauh

Mou Putuskan Buang Pikiran Kejar Bale Jauh-Jauh
Mou Putuskan Buang Pikiran Kejar Bale Jauh-Jauh

Jika sebelumnya MU (Manchester United) begitu menggebu-gebu untuk mengejar Gareth Bale, kini apa yang ada di benak mereka telah bertolak 180 derajat. Bahkan sang manajer, Jose Mourinho sudah memutuskan untuk mengubur pikiran tersebut dalam-dalam.

Ungkapan pesimistis Mou untuk merekrut gelandang Real Madrid itu diungkapnya kemarin lusa (Senin, 7 / 8 / 2017), saat dirinya bersama Setan Merah menggelar konferensi pers menjelang ajang Piala Super Eropa.

Melalui pernyataannya, The Special One pun mengatakan. Tadinya ia berniat untuk mendekati Bale, kalau pemain berusia 28 tahun itu tidak dimainkan Los Blancos di laga perdana Piala Super Eropa melawan klub besutannya dini hari WIB tadi (Rabu, 9 / 8 / 2017). Nyatanya untuk menghadapi MU di Philip II Arena, Madrid pun memasukkan Bale kedalam daftar squad-nya. Sontak, impian Mou pun langsung bertepuk sebelah tangan.

Apalagi, Bale diset menjadi starter dan sukses mencatatkan assist kepada Isco yang terkonversi menjadi gol. Hal ini memperlihatkan dengan jelas, kalau tenaga Bale masih amat dibutuhkan oleh Madrid.

“Sudahlah, saya lupakan saja. Saya putuskan untuk mengubur pikiran saya mengangkut Bale ke Old Trafford”, ujar Mou.

“Bale sudah dimainkan di laga perdana Piala Super Eropa dan berhasil mencatatkan kontribusi, maka sudah pasti kedepannya pun Madrid tidak akan melepaskannya. Saya rasa semua orang pun juga akan berpikir hal yang sama dengan saya. Yaitu, Bale tetap akan bertahan di Madrid”, imbuh Mou yang juga ditulis di Guardian.

Adapun Madrid berhasil mengawali kompetisi Piala Super Eropa dengan mencatat kemenangan tipis 2 – 1 atas The Red Devil.

Guna Mengurangi Ancaman Hukumannya, Ronaldo Dikasih Jeda Sampai 11 Agustus

Guna Mengurangi Ancaman Hukumannya, Ronaldo Dikasih Jeda Sampai 11 Agustus
Guna Mengurangi Ancaman Hukumannya, Ronaldo Dikasih Jeda Sampai 11 Agustus

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. Karena tertangkap basah mengemplang pajak, juru gedor Real Madrid, Cristiano Ronaldo divonis hukuman penjara selama minimal 7 tahun. Namun begitu, pemain berjuluk CR7 itu masih punya kans untuk memangkas ancaman hukuman pidananya.

Sebelum ini, Ronaldo diberitakan tersandung masalah penggelapan pajak yang nilainya mencapai 14,7 jt Euro. Total nilai yang didapat dari akumulasi 4 kasus yang telah dilanggarnya.

Berdasarkan informasi dari AS, 3 dari 4 kasus yang membelit Ronaldo masing-masing punya bobot hukuman penjara minimal 2 sampai 6 tahun. Alhasil jika ditotal dan dirata-rata semuanya, Ronaldo digencet ancaman 7 tahun penjara atas keempat pelanggaran yang dilakoninya.

Adapun pengadilan Spanyol mengatakan, kalau durasi hukuman penjara yang ditodongkan ke Ronaldo masih bisa dicukur. Asalkan pria asal Portugal berumur 32 tahun itu bersedia melakukan semua tindakan yang berpeluang meringankan hukuman.

AS juga mengatakan kalau berdasarkan Undang-Undang Pajak yang terakhir diperbaharui pada tahun 2013 silam itu, masa kurungan bisa dipotong 1/4 hingga 1/2 kalau Ronaldo bersedia merogoh kocek sebesar 14,7 jt Euro sesuai dengan jumlah penggelapannya plus bunga berjalannya.

“Yang perlu dilakukan oleh Ronaldo hanyalah itikad baik untuk mengungkap fakta-fakta penggelapan pajak yang dilakukannya, sekaligus mau mematuhi prosedur yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang perpajakan Spanyol”, ujar tim pengadilan yang juga ikut menangani kasus penggawa timnas Portugal itu.

“Kami berikan tenggang waktu hingga 11 Agustus mendatang. Kalau memang Ronaldo tidak bisa menjalankan prosedur yang ada, terpaksa kami tidak bisa lagi memberikan toleransi kepadanya. Bui sudah menjadi hal yang pasti baginya”, terusnya lagi.

Disisi lain Ronaldo justru tetap kekeh menampik, kalau dirinya telah melakukan pengemplangan pajak.

“Jika Ronaldo tidak bersedia menerima tuntutan hukuman yang dijatuhkan kepadanya, maka otomatis kasus ini harus dinaikkan ke Pengadilan Tinggi Madrid. Karena kasus hukumnya sudah melibatkan ancaman hukuman yang lebih dari 2 tahun hukum kurungan”, ujar hakim Monica Gomez Ferrer yang memimpin sidang pengadilan kasus Ronaldo itu.

Bonucci Kini Resmi Berseragam Merah Hitam

Bonucci Kini Resmi Berseragam Merah Hitam
Bonucci Kini Resmi Berseragam Merah Hitam

Usai membubuhkan tandatangannya diatas lembaran kertas segel kemarin (Kamis, 20 / 7 / 2017), Leonard Bonnuci pun telah resmi berlabuh di AC Milan hingga tahun 2022.

“Dengan ditandatanginya kontrak berdurasi 5 tahun yang kami sodorkan, Leonardo Bonucci sudah resmi kami rekrut. Ia kini akan berseragam AC Milan, hingga 30 / 6 / 2022 mendatang”, papar Milan pada website resmi mereka.

Sebelumnya sudah sempat terjadi omongan antara Rossoneri dengan Juventus, kalau Bonucci sudah sepakat ditransfer sejak 15 / 7 / 2017 lalu. Walaupun pada saat itu, pembicaraan antara kedua klub belum berujung pada perjanjian hitam diatas putih.

Namun kemarin, bek kelahiran Italia 30 tahun silam itu telah dirampungkan proses transfernya oleh Milan, dengan menyodorkan kontrak berdurasi 5 tahun ke hadapan Bonnuci.

Dari investigasi yang dilakukan oleh sejumlah media di Italia, Juve dikatakan melepas Bonucci ke Milan dengan harga senilai 42 jt Euro.

Ketika masih berseragam belang-belang hitam putih, Bonnuci sudah memperkuat Bianconeri untuk menyabet 6 scudetto secara berturut-turut. Selain itu, pemain timnas Italia itu pun juga sudah 2 kali membawa Juve ke putaran final Liga Champion.

Pindah Verona, Akhirnya Cassano Bisa Main Bola Lagi

Musim kelam Antonio Cassano di Sampdoria berakhir, kala resmi berseragamkan Hellas Verona

Pindah Verona, Akhirnya Cassano Bisa Main Bola Lagi
Pindah Verona, Akhirnya Cassano Bisa Main Bola Lagi

Usai menjalani musim kelam tanpa 1 kali pun dimainkan, kini Antonio Cassano punya kans untuk memoles karirnya sebagai pemain di klub barunya. Pasalnya, bomber 34 tahun tersebut baru saja diangkut ke klub promosi Hellas Verona.

Sejak mengawali musim 2016 / 2017, Cassano harus iklhas diskorsing Sampdoria. Kendati dirinya masih diperbolehkan ikut menjalani sesi latihan bersama. Lantaran sudah tidak tahan dengan kondisinya, Cassano pun mengajukan pemutusan kontrak. Dimana pengajuannya itu, diaminkan oleh Sampdoria.

Kesan Pertama Antonio Cassano Berseragamkan Verona

Saat ini, Cassano nampak begitu gembira sepindahnya ia ke Verona. Pasalnya, eks penggawa AS Roma, AC Milan, Real Madrid, Inter Milan dan juga Parma itu sangat senang bisa naik level ke Serie-A lagi. Setelah harus mesasa bete semusim di Serie-B.

“Dengan bangga, kami menyambut kedatangan pemain baru kami, Antonio Cassano. Proses transfer telah rampung semuanya dan Cassano resmi berseragam Hellas Verona”, terang Verona pada situs ofisial mereka pagi tadi (Selasa, 11 / 7 / 2017) waktu setempat.

“Cassano akan kami tempatkan sebagai penguat lini serang kami. Sore ini, ia akan menjalani medikal cek up. Untuk selanjutnya siap-seiap mengikuti latihan persiapan pra musim”, sambung Verona.

Walaupun banyak yang menilai kalau bakat Cassano segudang, namanya di kancah sepakbola tidak pernah meledak sebagai bintang. Namanya justru lebih banyak menclok di pemberitaan dirinya, yang acapkali terlibat dalam masalah. Hal itu disebabkan oleh attitut dirinya yang jelek, sifat tempramental dan ketidakdisiplinannya sebagai pemain.